Selamatkan Aku
Langit mendung menyiratkan beban pilu luka hati
Tak lagi bisa ku percaya pada kata manusia
Tak ada wujud nyata
Hanya awal dan angan saja
Namun,
Sudah jadi ketetapanNya
Bahwa Mentari terbit dari timur dan tenggelam di barat
Dan aku, harus patuh pada kuasa Nya
Hati bergemuruh di buru asa
Pikir tak bergeming dari luka
Hingga peranglah sukma jiwa
Yang menyisakan kekosongan di pandangan mata
Rajutan simpul senyum bercerai berai
Bendungan dam membuncah menyibakkan air yang menggenang
Akan kah bulan terlihat dimalam hujan ?
Hal mustahil yang hanya dalam angan,,
Takkan pernah ada !
Sedu sedan mendiami hati
Antara sakit, tanya dan emosi
Takdirkah ... ? yang harus ku salahkan
Ujiankah ... ? yang tak bisa ku luluskan
Atau kelemahan hati yang tak bisa ku hindari
Yaa Tuhan ...
Apakah gerangan
Takdirkah yang berjalan
Atau sekedar penguji diri yang tak mulus ku kerjakan
Yaa Tuhan...
Selamatkan aku dari rapuhnya jiwaku
Dari harap yang tak kan berwujud
Dari angan yang mengganggu hati dan pikiran
Dari genggaman asa yang tak jua berkesudahan
Cindaga, 10 Desember 2018
By : Utami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar