11 Desember, 2018

PARENTING

" Ada campur tangan orang tua di masa depan anak - anak kita "


Assalamu'alaikum wr.wb

Dear Bunda,
Kali ini saya ingin berbagi sedikit mengenai pendidikan dan masa depan anak - anak kita.
Berbekal pengalaman - pengalaman dan buku - buku serta seminar / workshop parenting yang saya ikuti. Saya dapat mengambil kesimpulan yang akan saya bagi dengan bunda. Untuk menjadi seorang guru, tentara, pilot dan lain sebagainya semua itu ada pendidikannya. Namun, menjadi orang tua bukan hal yang mudah. Disini kita di tuntut " learning by doing ". Karena menjadi orang tua itu tidak ada pendidikannya. Bukan begitu bunda ? Apalagi bagi seorang ibu, adalah madrasah pertama bagi anak - anaknya.

Tapi, jangan khawatir Bund. Ada ilmu atau kiat - kiat untuk mengasuh, mendidik anak - anak kita dalam menanamkan sikap - sikap yang baik. Memiliki empati dan simpati terhadap orang lain dan lingkungan. Selain itu, hal yang paling penting adalah kita sebagai orang tua mempunyai peran penting dalam membangun masa depan anak - anak kita. Ada yang berfikir kalau anak pandai pastilah masa depannya cerah, sedang yang kurang pandai masa depannya suram. Tidak demikian ya bunda. Kita tentu ingin melihat masa depan anak kita dalam keadaan sukses, namun perlu diingat kesuksesan itu tidak semata - mata jadi pegawai negeri atau orang kantoran. Ada juga yang mengelola usaha, peternakan dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana kiat - kiatnya untuk mengarahkan anak - anak kita menuju masa depan anak yang gemilang?
Baik, saya akan kupas satu persatu yaa bun,

Kiat - kiat mengarahkan anak menuju masa depannya yang gemilang

1. Pahami Karakter, Bakat dan Sisi Akademik anak

  •     Pahami Karakter 
              Memahami Karakter anak sangat penting disini, agar kita bisa tahu apa keinginan anak - anak kita. Bagaimana cara menghadapi anak - anak dengan karekter yang berbeda - beda dalam satu keluarga. Tidak mungkin anak yang introvet kita perlakukan sama dengan anak kita yang lain yang memiliki karakter ekstrovet. Tidak menutup kemungkinan kita akan di cap sebagai orang tua yang pilih kasih. Jadi kenali baik - baik bagaimana karakter masing - masing anak kita. Di lain artikel, akan saya bahas mengenai perlakuan atau cara pendekatan pada karakter anak yang berbeda - beda.

  •     Bakat

              Bakat juga merupakan hal penting untuk diketahui,sebagai acuan akan diarahkan kemana masa depan anak - anak kita nanti. Gali lah bakat yang ada pada diri anak. Biasanya ada bakat terpendam yang tidak di ketahui orang tua. Misalnya, kedua orang tua nya tidak ada basic musik tapi anaknya cepat bahkan lihai dalam hal musik. Seperti cerita teman saya, kedua orang tuanya tidak ada bakat di musik tapi anaknya lihai sekali memainkan organ bahkan sangat cepat menghafal nada - nada yang diajarkan guru musiknya. Usut punya usut, saat mengandung ibunya benci sekali mendengar tetangganya yang kebetulan mempunyai organ tunggal sedang latihan organ. Itulah salah satu bakat terpendam anak.

  •      Sisi Akademik Anak       

               Sisi Akademik ini berkaitan dengan kepandaian atau kepintaran anak. Banyak anak yang saat dia kecil  pandai bahkan cerdas tapi memiliki masa depan yang tak diharapkan karena orang tuanya broken home, keterbatasan pengalaman dan pemahaman orang tua yang salah terhadap anaknya sehingga menggantungkan sikap pada anaknya sendiri tanpa bimbingan. Bunda, akademik itu tidak menjamin anak kita mempunyai masa depan baik. Baru - baru ini saya melihat berita di medsos. Ada anak pintar, cerdas , selalu menonjol di akademiknya tapi dia menjadi pelaku video - video asusila. Nah, kalau sudah begini bagaimana pengawasan orang tua dan pemahaman terhadap anaknya ?. Na'udzubillah mindzalik. Semoga keluarga dan anak kita di jauhkan dari hal demikian ya bun. Aamiin.

               Jika anak kita tidak mempunyai kepintaran yang memadai namun mempunyai bakat terpendam contohnya vocal, musik, dll. Jangan lantas menghakimi, dengan tidak memperbolehkan untuk latihan atau memperdalam bakatnya tapi memaksakan untuk dapat nilai bagus dengan les. Sebaiknya gunakanlah managemen waktu dengan baik kapan waktunya les, ngaji dan mengasah bakatnya. Serta tidak lupa untuk istirahatnya. Jangan lantas di forsir ya bun. Nanti anak akan bosan.

2. Bangun Komunikasi dengan Guru

              Hal ini kita lakukan agar ada sinergi antara anak di sekolah dengan dirumah. Ingat ya bun. ada karakter anak yang antara di rumah dan di sekolah itu beda. Ada yang dirumah itu pendiam tapi di sekolah sangat aktif atau sebaliknya.Yang lebih parah lagi kalau dirumah terlihat soleh / solekhah, nurut tapi di sekolah bandel, bengal dan jauh dari agama. Itu yang miris banget dan wajib kita cegah. jangan sampai itu menimpa anak - anak kita. Jadi, sebisa mungkin bangunlah komunikasi dengan guru untuk mengawasi anak - anak kita. Sehingga kita tahu bagaimana tingkah laku anak kita selama tidak ada pengawasan kita.
               Selain dari sikap, bangun komunikasi dengan guru juga untuk mengetahui bakat anak kita yang kadang tidak kita tahu dan itu biasanya di temukan oleh seorang guru. Selalulah berkomunikasi dengan guru untuk memantau sikap dan tingkah laku anak kita. 

3. Arahkan Jenjang pendidikan anak sesuai kemampuan dan kemauan anak
           
                Bun, saya ingat dengan perkataan guru saya " Rasa senang dengan sesuatu akan melahirkan semangat dan rasa juang tinggi untuk maju dan berhasil ". Anak yang tadinya tidak suka dengan pelajaran matematika misalnya tapi bertemu dengan guru yang cocok baginya, mengasyikan pasti akan membuat anak semangat dalam belajar. Begitu juga dengan jenjang pendidikannya. Tanyakan dan ajak bicara anak ketika akan melanjutkan pendidikan ke tahap - tahap selanjutnya. Arahkan dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kemauan mereka. Itu akan menjadikan anak kita semangat dan mempunyai daya juang tinggi untuk menuju keberhasilan dan membanggakan orang tuanya.
                Tak usah contoh jauh bun, saya sendiri dulu begitu. Ingin sekali untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan pendidikan. Tapi, kakak memustuskan agar saya ambil ekonomi / management. Saya yang waktu itu amat nurut, jadilah daftar di ekonomi. Namun, pada akhirnya gagal tes ujian masuk juga. Hehehe... ya karena saya kurang interest dan merembet pada malas belajar deeh.

4. Pantau Psikologis anak
        
                Bun, Memantau Psikologis anak disini adalah bagaimana cara kita tahu masalah - masalah psikologis apa yang menimpa anak kita. Biasanya hal ini sepele tapi bisa membahayakan, apalagi dengan kondisi anak yang tak bisa menghandle emosinya sendiri tambah lagi dengan orang tua yang tak mengetahui. Contoh kecil saja bun, misalnya sedang putus cinta. Kalau kita tidak ajak sharing dan bicara, bisa saja anak kita melakukan hal - hal di luar nalar kita. Apalagi dengan kondisi zaman seperti sekarang ini, rasa emosi yang tak bisa di tanggulangi bisa berakibat fatal.
                Sebagai orang tua, sering - sering lah ajak bicara anak - anak kita. Tanyakan, ada masalahkah di sekolah? seandainya ada dengarkan cerita mereka, setelah itu kita beri mereka pengarahan yang baik agar selalu mempunyai sikap dan mental baik kedepannya. Bantulah mereka menyelesaikan masalah, bukan malah kita marahi. Lihat dan dengar dulu apa cerita mereka. Untuk lebih baik lagi konsultasikan dengan guru jika ada kaitannya dengan teman, atau guru. Agar kita tidak pula terhasut dan mempercayai sebelah pihak. Meskipun itu anak kita, sebagai orang tua yang bijak, kita wajib tahu kebenaran masalahnya. Agar kita tidak salah langkah. Seperti yang saya bahas di awal tadi. Ada anak yang antara di rumah dan di sekolah itu berbeda. Jangan sampai kita sudah bela mati - matian anak kita, ternyata sebenarnya anak kita lah yang salah.

5. Bentengi Anak dengan Pengetahuan Agama

                Bun, point yang terakhir tapi amat penting untuk masa depan gemilang anak kita adalah Agama. Bentengi anak - anak kita dengan pengetahuan dan pendalaman agama. Agar selalu bisa menjaga diri dari hal - hal yang di larang oleh agama. Fondasi Dasar anak - anak yang amat baik adalah Kehidupan yang kental dengan agama. Agar tercipta anak - anak yang soleh / solekhah, berakhlak mahmudah dan punya masa depan cerah.


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al Furqon: 74)
Aamiin..

Itulah sedikit kiat - kiat untuk bunda, semoga apa yang saya bagi ini bisa sedikit menjadi gambaran bunda semua dalam mengarahkan anak - anak agar mempunyai masa depan yang baik dan gemilang. Aamiin.

Yuk bun, perkaya ilmu kita dengan bacaan - bacaan bermanfaat Karena seorang Ibu adalah Madrosatun Ulaa bagi anak - anaknya. Keep Spirit Bunda, menjadi seorang Ibu yang baik tidaklah mudah tapi semoga lelah bunda dalam mengandung, melahirkan, menjaga, mengurus dan mendidik anak - anak kita menjadi ladang amal bagi kita di akherat kelak. aamiin, aamiin, yaa rabbal 'alamin











Tidak ada komentar:

Posting Komentar